Perjuangan Sabam Leo Batubara Demi Kebebasan Pers

Tokoh pers nasional Sabam Leo Batubara yang wafat pada Rabu (29/8) akan disemayamkan terlebih dahulu di Kantor Dewan Pers, Jakarta Pusat, Sabtu, 1 Agustus sebelum dimakamkan di Pemakaman San Dieo, Karawang, Jawa Barat.

Rencananya, akan ada prosesi di Kantor Dewan Pers. Leo selalu aktif di Dewan Pers dan memperjuangkan kebebasan pers. Leo yang pernah menjadi Wakil Ketua Dewan Pers pada 2007-2010 ia tidak pernah berhenti atau merasa lelah untuk mengabdi bagi pengembangan dunia pers.

Leo menjadi salah satu ahli dewan pers dan selalu menjadi penengah saat ada ajuan perselisihan pers. Iapun menjadi salah seorang pendampingan dan pemateri handal terkiat kebebasan pers keberbagai kalangan. “Beliau selalu fight, padahal dia masih dalam masa berkabung setelah ditinggal istrinya,” ujar anak ketiga dari Leo Bobby Batubara.

Leo ditinggal terlebih dahulu oleh Istrinya, Juli 2018 lalu. Leo dikenal sebagai jurnalis yang memiliki integritas dan karakter pekerja keras harus terus ditanamkan dalam diri. “Kebebasan pers itu menjadi warisan dari Leo untuk insan pers generasi saat ini,” katanya.

Leo pernah menjadi Sekretaris Jenderal Serikat Penerbit Suratkabar (SP), pembahas dalam perumusan Undang-Undang No. 40/1999 tentang Pers. Sampai akhir hayatnya, ia tetap menjadi penulis yang produktif.

You might also like