Prabowo Belum Tawarkan Konsep Ekonomi Berbeda Dengan Jokowi

Partai Persatuan Pembangunan menilai kubu Prabowo atau oposisi harus bisa menawarkan konsep yang lebih baik dari yang sudah dijalankan pemerintah, bukan mengeluarkan pernyataan yang menakuti rakyat.

“Di negara demokrasi dimanapun, distingsi atau daya pembeda antara pemerintah dengan oposisi adalah pada konsep yang ditawarkan, bukan hanya mengkritisi atau menyalahkan pemerintah,” kata Sekretaris Jenderal DPP PPP Arsul Sani.

PPP menegaskan, yang ditunjukkan pihak oposisi selama ini hanya pernyataan-pernyataan yang menakuti rakyat, misalnya, Indonesia akan bubar dan punah serta Indonesia menjalankan sistem ekonomi yang kacau. Oposisi menunjukkan dan menawarkan konsep yang berbeda yaitu apa yang menurut mereka benar untuk dijalankan di Indonesia.

Arsul mencontohkan kalau oposisi selalu mengkritisi soal utang untuk pembangunan, maka harus dijelaskan bagaimana konsep pembangunan tanpa utang. “Kalau mereka selalu kritisi soal utang untuk pembangunan, kami ingin dengar konsep pembangunan tanpa utang seperti apa. Apakah rakyat akan dimintai iuran tiap hari Jumat atau seperti apa, kami ingin dengar,” ujarnya.

Dalam pidato Prabowo saat Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menyebut sistem perekonomian saat ini sebagai ekonomi kebodohan. Menurutnya, ekonomi Indonesia bukan neolib lagi, ini lebih parah dari neolib. Bahkan, menilainya sebagai ekonomi kebodohan.

“Begitu AS merasa kalah bersaing dengan Tiongkok, mereka menyatakan perang dagang, tidak ada ‘free trade’. Kenapa mereka mengatakan ‘America First, Make America Great Again’, dia mengatakan ‘the important sign is American job’,” kata Prabowo.

“Kok, bangsa ini tidak berani mengatakan bagi bangsa Indonesia, ‘Indonesia First, Make Indonesia Great Again’. Mengapa pemimpin Indonesia tidak ada yang berani mengatakan yang penting adalah ‘pekerjaan bagi rakyat Indonesia’,” katanya.

You might also like